Bahaya Baper dalam Filsafat: Omong Kosong Tidak Betul-betul Kosong dan Iming-iming dalam Hidup yang Ambyar

Martin Suryajaya

BOOKS

7/14/20261 min read

Bahaya Baper dalam Filsafat: Omong Kosong Tidak Betul-betul Kosong dan Iming-iming dalam Hidup yang Ambyar

Martin Suryajaya

Penyelaras akhir: Hamzah Muhammad

Penyunting: Willy Fahmy Agiska

Cover: Katalika Project

Cetakan pertama, September 2026

ISBN -

viii + 107 halaman | 13 x 19 cm

Harga: 72.000

Sinopsis

Buku Bahaya Baper dalam Filsafat berisi uraian dari 10 video tentang keganjilan-keganjilan yang biasanya muncul ketika kita mulai berfilsafat. Isinya adalah cerita personal tentang apa yang sering terjadi dalam dunia filsafat di Indonesia, seperti risiko kegilaan dalam belajar filsafat, kecenderungan baper yang muncul ketika orang mulai mempersonalkan masalah-masalah filsafat, suasana ketidakmenentuan yang menandai dunia filsafat di dunia ketiga, apa saja yang diajarkan dalam kuliah filsafat, bagaimana filsafat melihat fenomena kesurupan, dan sebagainya. Dalam arti demikian, buku ini juga bisa dibaca sebagai pengantar praktis ke dunia filsafat, atau setidaknya teman ngobrol dalam upaya belajar filsafat yang menemani pembaca bergulat dengan buku-buku filsafat.

Premis dasar buku ini adalah bahwa orang perlu berfilsafat dengan santai, tidak perlu ngotot dan ngoyo, tidak perlu dibawa ke hati, sehingga setiap pemikiran dan argumen bisa dibaca dengan tenang, dingin, dari suatu jarak kritis. Itu adalah jaminan agar kita bisa berfilsafat dengan awet, tidak meledak sekali dalam sebuah letupan besar lalu selesai. Berfilsafat itu seperti praktik performans Melati Suryodarmo: sifatnya durasional dan mengandalkan endurance. Sebab, pada akhirnya, pertanyaan how to do philosophy adalah satu dan sama dengan pertanyaan how to endure. Selamanya bertanya, selamanya tidak mendapat jawab, “sonder ketemu, sonder mendarat — the only possible non-stop flight.”