Semua Orang Bisa Berfilsafat: Menemukan Bakat untuk Menjadi Tidak Berguna dan Mencari Ilmu yang Gampang-gampang Susah

Martin Suryajaya

BOOKS

7/14/20261 min read

Semua Orang Bisa Berfilsafat: Menemukan Bakat untuk Menjadi Tidak Berguna dan Mencari Ilmu yang Gampang-gampang Susah

Martin Suryajaya

Penyelaras akhir: Hamzah Muhammad

Penyunting: Willy Fahmy Agiska

Cover: Katalika Project

Cetakan pertama, Agustus 2026

ISBN -

xii + 199 halaman | 13 x 19 cm

Harga: 72.000

Sinopsis

Mana Dokter, Mana Pasien? adalah kumpulan cerita bergambar yang mengajak pembaca menelusuri berbagai percakapan, kegelisahan, dan perenungan tentang kehidupan sehari-hari. Melalui humor yang renyah, satire yang tajam, dan dialog-dialog yang terasa dekat dengan pengalaman banyak orang, buku ini membedah beragam persoalan—mulai dari agama, sosial, politik, keluarga, hingga pencarian makna hidup. Di balik kesederhanaan gambar dan percakapannya, tersimpan refleksi yang menggelitik sekaligus menggugah.

Tokoh-tokoh dalam buku ini hadir sebagai representasi manusia yang sama-sama sedang belajar memahami diri dan dunia di sekitarnya. Tidak ada yang sepenuhnya menjadi “dokter” yang selalu benar, dan tidak ada yang sepenuhnya menjadi “pasien” yang hanya menerima. Setiap orang bergantian menjadi pendengar, pengkritik, pencari jawaban, sekaligus pihak yang membutuhkan pertolongan. Dari obrolan ringan hingga renungan yang mendalam, pembaca diajak melihat bahwa kehidupan sering kali lebih kompleks daripada yang tampak di permukaan.

Dengan gaya bertutur yang santai, jenaka, dan penuh sentuhan humanis, Mana Dokter, Mana Pasien? menawarkan pengalaman membaca yang menghibur sekaligus mencerahkan. Buku ini bukan sekadar kumpulan komik atau catatan reflektif, melainkan ruang dialog yang mengajak pembaca tertawa, berpikir, dan sesekali menengok ke dalam diri sendiri. Sebab pada akhirnya, setiap manusia memiliki luka, pertanyaan, dan harapan yang membuat kita saling membutuhkan satu sama lain.